News
Russian–Thai Investment Forum 2025
Pentingnya Russian-Thai Investment Forum 2025
Pada tanggal 26–28 November 2025, Russian-Thai Business Council menyelenggarakan Russia–Thailand Investment Forum (RTIF) 2025 di Phuket, Thailand. Forum besar ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan lebih dari seribu pelaku usaha, investor, pejabat pemerintahan, dan organisasi internasional dari berbagai negara.
Tujuan utama RTIF 2025 adalah memperkuat kerja sama ekonomi lintas sektor antara Rusia dan Thailand—serta membuka ruang kolaborasi dengan negara mitra lain di kawasan Asia, Eropa, hingga BRICS+. Sektor yang menjadi fokus forum ini mencakup infrastruktur, logistik, real-estate, HoReCa & retail, teknologi digital, kesehatan, pendidikan, ekonomi kreatif, dan masih banyak lagi.
Melalui sesi panel, pameran, dan B2B matchmaking, forum ini tidak hanya menjadi panggung dialog, tetapi juga platform untuk memulai kerja sama konkret. RTIF 2025 diposisikan sebagai titik awal bagi banyak proyek bersama yang melibatkan perusahaan besar, UKM, hingga start-up dari berbagai negara.
BRICS WBA & SHE-nergy Roundtable: Panggung Pengusaha Perempuan Dunia
Salah satu agenda penting di RTIF 2025 adalah sesi khusus yang diadakan oleh BRICS Women’s Business Alliance (BRICS WBA) melalui acara bertajuk “SHE-nergy Roundtable: Opportunities for BRICS–Thailand Business Cooperation.”
Acara ini mempertemukan pemimpin perempuan dari negara-negara BRICS dan mitra globalnya, termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, Mesir, Brasil, Rusia, dan beberapa negara lainnya. Tema besar yang diangkat adalah bagaimana perempuan pengusaha dapat memperluas kolaborasi lintas negara, memperkuat jaringan bisnis, mendapatkan akses pembiayaan, dan berperan dalam mendorong pertumbuhan UKM di era ekonomi baru.
SHE-nergy Roundtable dirancang bukan hanya sebagai forum diskusi, tetapi sebagai ruang untuk memulai kemitraan nyata. Di sinilah Indonesia tampil kuat melalui kehadiran Yanty Melianty.
Yanty Melianty: Mewakili Indonesia dan UKM dalam Skala Global
1. Profil dan Kontribusi
Yanty Melianty hadir pada forum ini sebagai Co-Chairman IWAPI (BRICS WBA Indonesia) untuk sektor UKM sekaligus Founder & Director PT Magfood Inovasi Pangan dan PT Magfood Amazy Internasional.
Selama bertahun-tahun, Yanty dikenal sebagai tokoh yang konsisten mendorong kemajuan pelaku UKM Indonesia, khususnya di bidang kuliner, makanan beku, dan produk bumbu. Melalui MagFood dan Amazy, ia mengembangkan ekosistem usaha yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga edukasi, distribusi, dan program pemberdayaan UMKM.
2. Presentasi tentang Peluang Usaha MagFood & Amazy
Pada sesi SHE-nergy Roundtable, Yanty berkesempatan mempresentasikan peluang usaha MagFood dan Amazy kepada peserta forum dari berbagai negara. Materi yang dibawakan mencakup:
- potensi produk bumbu dan makanan olahan Indonesia untuk menembus pasar internasional,
- peluang kolaborasi dengan sektor HoReCa & retail di Thailand dan Rusia,
- model kemitraan usaha Amazy yang dapat direplikasi di negara lain,
- kesempatan ekspor produk frozen food dan bumbu tabur ke pasar Asia dan Eropa,
- peluang joint venture atau lisensi brand bagi investor asing,
- serta komitmen MagFood dalam menyediakan produk berkualitas, halal, aman, dan sesuai standar internasional.
Presentasi ini membuka percakapan lebih lanjut dengan para investor, distributor, dan pemilik jaringan restoran dari beberapa negara peserta forum. Kehadiran MagFood dan Amazy mendapat perhatian positif karena memiliki model usaha yang fleksibel, scalable, dan relevan dengan pertumbuhan sektor kuliner global.
Makna Kehadiran Indonesia di RTIF 2025
1. Membuka Jalan UKM Indonesia ke Pasar Global
Dengan tampilnya Yanty dan brand MagFood/Amazy dalam forum internasional ini, Indonesia menunjukkan bahwa potensi UKM tidak kalah dengan perusahaan besar lainnya. Keikutsertaan ini membuka kemungkinan:
- ekspansi produk Indonesia ke pasar Thailand, Rusia, dan wilayah BRICS+,
- kemitraan distribusi lintas negara,
- peluang investasi dan kolaborasi pengembangan produk,
- serta percepatan internasionalisasi brand lokal.
Bagi UKM Indonesia, RTIF 2025 menjadi bukti bahwa pasar global bukanlah sesuatu yang jauh—asal mau berjejaring dan beradaptasi.
2. Menguatkan Peran Pengusaha Perempuan dalam Ekonomi Internasional
Melalui perannya di IWAPI dan BRICS WBA Indonesia, Yanty turut menunjukkan bahwa perempuan Indonesia memiliki posisi strategis dalam diplomasi ekonomi global. Forum semacam ini memperluas ruang gerak perempuan pengusaha untuk terlibat langsung dalam negosiasi bisnis, pembentukan jaringan internasional, hingga pengembangan proyek lintas negara.
3. Kolaborasi Multisektor dan Cross-Border Partnership
Sektor yang terlibat dalam RTIF 2025 sangat luas—HoReCa, retail, logistik, digital, kesehatan, investasi, hingga ekonomi kreatif. Hal ini memberi peluang besar bagi Indonesia, khususnya:
- ekspor bumbu dan makanan siap saji,
- pengembangan restoran bertema Indonesia di luar negeri,
- distribusi produk frozen food,
- kemitraan supply chain dengan Thailand dan Rusia,
- serta integrasi produk Indonesia dalam jaringan bisnis internasional.
Dengan semakin terbukanya pasar dan dukungan program BRICS WBA, kolaborasi multisektor menjadi semakin mungkin diwujudkan.
Tantangan yang Dihadapi
1. Standar Keamanan Pangan dan Regulasi Ekspor yang Ketat
Setiap negara—baik Rusia maupun Thailand—memiliki standar keamanan pangan dan regulasi impor yang berbeda. UKM yang ingin go global harus siap menghadapi:
- perbedaan standar labeling,
- aturan kandungan bahan baku,
- sertifikasi halal dan non-halal versi internasional,
- persyaratan uji laboratorium,
- serta regulasi packaging ramah lingkungan yang sudah diberlakukan di beberapa negara.
Bagi MagFood dan Amazy, tantangan ini berarti perlu kesiapan produksi yang benar-benar stabil, terdokumentasi, dan memenuhi standar global.
2. Adaptasi Produk terhadap Selera Konsumen Internasional
Setiap negara memiliki preferensi rasa yang berbeda. Contoh:
- konsumen Rusia menyukai rasa gurih dan creamy,
- konsumen Thailand cenderung menyukai perpaduan pedas–asam yang kuat,
- konsumen Eropa umumnya memilih rasa natural tanpa terlalu banyak bumbu.
Adaptasi varian rasa bumbu tabur, saus, dan produk frozen menjadi tantangan penting agar diterima pasar.
3. Kompetisi Global yang Ketat di Sektor F&B
Pasar F&B internasional sudah dipenuhi perusahaan besar dengan rantai pasok kuat. Produk Indonesia harus memiliki:
- diferensiasi rasa,
- keunggulan harga,
- kualitas konsisten,
- dan branding yang kuat.
4. Logistik dan Distribusi Lintas Negara
Pengiriman produk makanan—terutama frozen—memerlukan:
- cold chain logistics,
- biaya transportasi yang tidak murah,
- manajemen pergudangan,
- dan kepastian distribusi akhir.
Tanpa mitra lokal yang kuat, biaya distribusi dapat menjadi kendala besar.
Peluang Besar yang Dapat Digarap
1. Pertumbuhan Permintaan Produk Halal Global
Pasar halal global terus meningkat. Negara-negara Asia, Timur Tengah, hingga beberapa negara Eropa mulai mencari pemasok makanan halal yang konsisten.
MagFood dan Amazy yang sudah bersertifikasi sangat berpotensi menjadi pemasok regional untuk:
- restoran halal,
- jaringan supermarket internasional,
- hotel dan katering,
- hingga franchise Indonesia di luar negeri.
2. Meningkatnya Ketertarikan Dunia terhadap Makanan Asia Tenggara
Tren global menunjukkan bahwa makanan Asia Tenggara semakin diminati, termasuk makanan Indonesia seperti ayam goreng, snack berbumbu, dan sajian street food.
Ini membuka peluang:
- ekspor bumbu tabur,
- produk frozen seperti ayam goreng, nugget, sosis,
- konsep restoran bertema Asian Comfort Food ala Amazy.
3. Potensi Franchise Indonesia Mendunia
Banyak peserta forum yang tertarik pada konsep franchise F&B Indonesia karena:
- modal relatif terjangkau,
- menu fleksibel,
- sistem operasional simpel,
- dan cita rasa berbeda dari kompetitor global.
Amazy dengan model family resto dan konsep quick service restaurant sangat berpotensi dikembangkan di negara-negara BRICS dan ASEAN.
4. Peluang Joint Venture dan Produksi Lokal
Beberapa investor dari Rusia dan Thailand menunjukkan minat untuk:
- membangun pabrik seasoning,
- fasilitas produksi frozen food,
- atau pusat distribusi bersama.
Langkah ini dapat mengurangi biaya logistik sekaligus mempercepat adaptasi produk ke pasar lokal masing-masing negara.
5. Dukungan Organisasi Internasional seperti BRICS WBA
Melalui jaringan BRICS WBA, UKM Indonesia—termasuk MagFood dan Amazy—berpeluang mendapatkan:
- penghubung bisnis ke pemerintah negara anggota,
- akses pendanaan untuk ekspansi,
- mitra strategis di sektor perdagangan global,
- serta prioritas dalam program ekonomi perempuan.
RTIF 2025 sebagai Momentum Penting bagi MagFood, Amazy, dan UKM Indonesia
Russia–Thailand Investment Forum 2025 menjadi panggung internasional yang tepat bagi pengusaha Indonesia untuk menunjukkan kualitas dan potensi bisnisnya. Melalui kehadiran Yanty Melianty, MagFood dan Amazy berhasil memperkenalkan diri di hadapan pelaku usaha global, membuka peluang kolaborasi internasional, dan memperkuat posisi UKM Indonesia di kancah dunia.
Forum ini tidak hanya memperluas jaringan, tetapi juga menjadi langkah awal menuju ekspansi pasar, inovasi produk, dan kemitraan global yang lebih luas. Dengan momentum ini, UKM Indonesia—terutama di sektor makanan dan minuman—memiliki kesempatan besar untuk maju ke level internasional.
Magfood Inovasi Pangan
Jl. Duren Tiga Raya No. 46, Pancoran, Jakarta Selatan – Indonesia 12760
Telp : +6221-791 93162 (ext 101)
+6221 791 95 134
Fax : +6221-791 95364


















Leave a reply